10 Teladan Pola Makan Sehat Rasulullah
Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar
pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail.
Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya
dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat
bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar
pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian
punuh.
Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai
harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, maka
manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang
jauh sekalipun. Sayangnya, hanya sedikit orang yang penduli dan memelihara
nikmat kesehatan yang Allah subhaanahu wa ta’ala telah anugerahkan sebelum
dicabut kembali oleh-Nya.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda
"Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh
keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang".
(HR. Bukhari no. 6412).
Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam bersabda, "Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang
hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakn kepadanya, "Bukankah Aku telah
menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?"
(HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh
al-Albani).
Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam bukunya
"Panduan Diet ala Rasulullah", kesehatan sering dilupakan, padahal ia
seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah diatas kepala orang-orang
sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.
Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh
teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup
berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pola makan yang bermuara pada
kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata
dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah,
ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit.
Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang
rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua
kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang
menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di
Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karena
makanan merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita. Pakar kesehatan
selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit
penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo'i) dan pengobatan setelah terjangkit
penyakit (at thib al'ilaji).
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan
makanan (attadawi bil ghidza).
Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus
berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah
racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam melalui makanan dengan senyawa kimia organik.
Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan
berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
1. Di pagi hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam
menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut
merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan
gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
2. Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan
sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur'an, madu merupakan
syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan
menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari
ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan
usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa' (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam pernah bersabda, "Barang siapa yang makan tujuh butir kurma,
maka akan terlindungi dari racun". Hal itu terbuki ketika seorang wanita
Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan
di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah
seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra' yang ikut makan tersebut akhirnya
meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun
tersebut.
4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah
cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok
seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang,
kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan
melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga
berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah
sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa,
di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Mungkin istilahnya cukup
asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah
sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama
yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
6. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung
tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan
yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.
Caranya juga bisa dengan shalat.
7. Disamping menu wajib diatas, ada beberapa makanan yang
disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu
campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan
buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula.
Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).
8. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering
menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil
bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan
istri tercintanya, Aisyah radiyallahu’anha
9. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak
menganjurkan umatnya untuk bergadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak
menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur
lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh
tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
10. Pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam
ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh
manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).
Sumber : 10 Teladan Pola Makan Sehat Rasulullah


Komentar
Posting Komentar