Debleng, Kerbau Keramat: Mati
Bukan hanya kyai saja yang keramat. Bukan hanya air saja yang keramat. Kerbau pun bisa jadi keramat. Benar-benar kiamat sudah dekat.
Debleng, salah satu kerbau keturunan Kyai Slamet ditemukan meregang nyawa di kubangan yang berada di area kandang Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta. Biarpun keramat dan konon dianggap kerbau bule, Dableng masih mau merendah hati, sehingga rela wafat di kubangan. Karena makhluk keramat keturunan suci nan dimuliakan bagusnya tidak wafat di kubangan. Tapi, begitulah kenyataan. Mau bagaimana lagi?
Selasa kemarin (12/11) Debleng itu terlihat terbaring dalam kubangan. Saat didekati kerbau betina tersebut tidak bereaksi dan nafasnya tersengal-sengal sebelum akhirnya mati.
Akhirnya Debleng pun dimakamkan malamnya pada jam 10. Jalannya penguburan hewan yang menjadi ikon kirab 1 Suro tersebut dipimpin langsung oleh KRMH Herbanu, Tindhih Mahesa Kagungan Dalem Keraton Surakarta.
Karena keturunan Kyai Slamet dan memiliki kekeramatan tertentu, bangkai Debleng juga dimandikan dan juga diberi bunga tabur. Penguburan berlangsung selama satu jam.
Sebelumnya kerbau milik Keraton Surakarta yang dinamai Kliwon ditemukan mati setelah malamnya dilepaskan di Alun-alun Kidul. Sama seperti Debleng, Kliwon ditemukan terkapar di tengah lapangan dengan kondisi tidak bernyawa lagi.
Dengan kenyataan ini, apakah ada isyarat tertentu untuk dunia ini? Ada....Ini isyaratnya: Kiamat Sudah Dekat! (haj)

Komentar
Posting Komentar